Dalam industri perhotelan, kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari keramahan staf atau kenyamanan kamar. Hal-hal kecil seperti ketersediaan tissue di lobby hotel, restoran, toilet umum, hingga kamar mandi hotel juga menjadi bagian penting dari pengalaman tamu.
Namun, tidak sedikit pengelola hotel menghadapi masalah yang sama: pengeluaran tissue terus meningkat dari waktu ke waktu. Padahal tingkat okupansi belum tentu mengalami kenaikan yang signifikan. Kondisi ini sering kali terjadi karena distribusi tissue yang kurang efektif, penggunaan produk yang kurang efisien, hingga kebiasaan tamu membawa pulang perlengkapan amenities hotel, termasuk tissue.
Menurut American Hotel & Lodging Association (AHLA), pengendalian biaya operasional (operating cost control) merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi profitabilitas hotel, terutama pada kategori housekeeping dan consumable supplies seperti tissue, sabun, hingga perlengkapan kamar lainnya.
Dalam konteks hotel, housekeeping hotel merupakan departemen yang bertanggung jawab menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketersediaan perlengkapan di seluruh area hotel. Sementara itu, amenities hotel adalah fasilitas atau perlengkapan yang disediakan untuk menunjang kenyamanan tamu, termasuk tissue, hand towel, sabun, sampo, hingga perlengkapan kebersihan lainnya.
Melalui strategi distribusi yang tepat, pemilihan produk yang sesuai, serta evaluasi penggunaan berdasarkan kebutuhan setiap area, hotel dapat menekan pemborosan tissue tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada tamu.
Mengapa Pengeluaran Tissue Hotel Bisa Membengkak Tanpa Disadari?
Biaya tissue sering dianggap sebagai pengeluaran kecil. Namun jika diakumulasi setiap hari, nilainya bisa menjadi cukup besar dalam anggaran operasional hotel.
Menurut American Hotel & Lodging Association, biaya operasional housekeeping dapat mencapai sekitar 20–30% dari total biaya operasional hotel, tergantung tipe dan skala hotel.
Beberapa penyebab tingginya konsumsi tissue antara lain:
1. Distribusi Tissue yang Sama di Semua Area
Tidak semua area hotel memiliki kebutuhan tissue yang sama.
Misalnya:
Lobby hotel membutuhkan tissue untuk tamu dan resepsionis.
Restoran memerlukan tissue makan.
Toilet umum membutuhkan tissue toilet dan hand towel.
Kamar mandi hotel memerlukan facial tissue sekaligus toilet tissue.
Jika seluruh area menggunakan jenis tissue yang sama tanpa mempertimbangkan tingkat penggunaan, pemborosan akan lebih mudah terjadi.
2. Tamu Membawa Pulang Tissue Hotel
Fenomena tamu membawa pulang perlengkapan amenities hotel merupakan hal yang cukup umum.
Berdasarkan survei yang dipublikasikan oleh Wellness Heaven, berbagai perlengkapan hotel seperti sandal, sabun, sampo, hingga tissue menjadi salah satu barang yang sering dibawa pulang oleh tamu karena dianggap sebagai bagian dari fasilitas yang dapat digunakan.
Meskipun nilainya relatif kecil per kamar, jika terjadi secara konsisten, biaya penggantian tissue dapat meningkat cukup signifikan.
3. Produk Tissue Kurang Efisien
Tidak semua tissue memiliki kualitas yang sama.
Tissue dengan daya serap rendah biasanya membuat pengguna mengambil lebih banyak lembar untuk kebutuhan yang sama.
Akibatnya:
stok lebih cepat habis,
frekuensi pengisian meningkat,
biaya pembelian bertambah.
Menurut European Tissue Symposium, tissue dengan daya serap yang baik mampu meningkatkan efisiensi penggunaan karena kebutuhan lembar menjadi lebih sedikit.
4. Tidak Ada Monitoring Konsumsi
Banyak hotel hanya mencatat jumlah pembelian tissue tanpa mengevaluasi:
area dengan konsumsi tertinggi,
waktu penggunaan,
penyebab pemborosan.
Padahal data tersebut penting sebagai dasar pengambilan keputusan.
Perbandingan Penyebab Pemborosan Tissue
Penyebab | Dampak |
Distribusi tidak sesuai area | Tissue cepat habis |
Produk kurang menyerap | Penggunaan lebih banyak lembar |
Tidak ada monitoring | Sulit mengetahui sumber pemborosan |
Amenities dibawa tamu | Biaya penggantian meningkat |
Dispenser kurang tepat | Tissue mudah terbuang |
Strategi Efisiensi Tissue Tanpa Mengurangi Kenyamanan Pengguna
Menghemat tissue bukan berarti mengurangi pelayanan. Sebaliknya, efisiensi dilakukan agar penggunaan tissue lebih tepat sasaran.
1. Gunakan Tissue Berdasarkan Kebutuhan Area
Lakukan pemetaan kebutuhan pada setiap fasilitas hotel.
Contohnya:
Area Hotel | Jenis Tissue yang Disarankan |
Lobby hotel | Facial tissue dispenser |
Toilet umum | Jumbo toilet tissue + hand towel |
Restoran | Napkin |
Kamar mandi hotel | Facial tissue premium |
Area staf | Tissue ekonomis |
Strategi ini membuat stok lebih terkontrol.
2. Sesuaikan dengan Traffic Pengguna
Area dengan lalu lintas tinggi membutuhkan frekuensi pengisian berbeda dibanding area privat.
Misalnya:
lobby,
ballroom,
meeting room,
restoran.
Dengan menghitung traffic pengguna, housekeeping dapat menentukan jadwal refill yang lebih efisien.
3. Gunakan Dispenser yang Tepat
Dispenser modern membantu mengontrol jumlah tissue yang keluar.
Keuntungannya:
mengurangi tissue terjatuh,
menjaga kebersihan,
mengurangi pemborosan.
4. Pilih Tissue Berkualitas
Tissue berkualitas tinggi biasanya memiliki:
daya serap tinggi,
tidak mudah sobek,
lebih sedikit lembar digunakan.
Meskipun harga satuannya lebih tinggi, biaya penggunaan per tamu justru bisa lebih rendah.
Peran Housekeeping Hotel dalam Mengendalikan Pengeluaran Tissue
Departemen housekeeping hotel memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara kualitas pelayanan dan efisiensi operasional.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan meliputi:
- Membuat SOP Pengisian Tissue
Misalnya:
refill hanya jika stok tersisa 20–30%,
menggunakan checklist harian.
- Melakukan Audit Bulanan
Bandingkan:
okupansi hotel,
jumlah tissue yang digunakan,
area dengan konsumsi tertinggi.
- Melatih Staf Housekeeping
Staf perlu memahami:
jenis tissue untuk setiap area,
standar pengisian,
cara menghindari pemborosan.
Dengan pelatihan yang baik, efisiensi dapat tercapai tanpa mengurangi standar pelayanan hotel.
FAQ
1. Mengapa biaya tissue hotel bisa sangat tinggi?
Karena dipengaruhi distribusi yang kurang tepat, kualitas tissue, kebiasaan tamu, serta tidak adanya monitoring penggunaan.
2. Apakah tissue termasuk amenities hotel?
Ya. Tissue merupakan salah satu perlengkapan amenities hotel yang disediakan untuk menunjang kenyamanan tamu.
3. Bagaimana cara menghemat tissue tanpa mengurangi pelayanan?
Dengan memilih tissue berkualitas, menggunakan dispenser, dan menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan setiap area.
4. Apa peran housekeeping hotel dalam efisiensi tissue?
Housekeeping bertugas mengelola stok, refill, audit penggunaan, serta memastikan tissue tersedia sesuai standar layanan.
5. Mengapa kualitas tissue memengaruhi biaya operasional?
Karena tissue dengan daya serap tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit lembar untuk setiap penggunaan.
6. Apakah semua area hotel membutuhkan jenis tissue yang sama?
Tidak. Setiap area memiliki kebutuhan berbeda sehingga sebaiknya menggunakan jenis tissue yang sesuai.
